Vibe Coding Infrastructure: Mengapa AI Gagal di Layer Terraform
Taufiq M
Taufiq M

Dipublikasikan 26 Mei 2026

Vibe Coding Infrastructure: Mengapa AI Gagal di Layer Terraform

Setelah trend vibe coding merajalela di layer aplikasi, banyak developer mulai bertanya: bisakah kita menyerahkan infrastruktur cloud ke AI juga? Tulisan terbaru dari Ivan Storck di blognya membahas secara jujur mengapa pendekatan vibe coding sering kali gagal total saat dihadapkan dengan Terraform, IAM policy, dan sizing resources.

Menurut ivan.codes, masalahnya bukan di kemampuan model menulis HCL. Model AI bisa menghasilkan konfigurasi Terraform yang sintaksis benar. Yang menjadi masalah adalah serangkaian keputusan infrastruktur yang tidak tertulis dalam kode aplikasi: berapa lama visibility timeout untuk SQS queue? Seberapa luas scope IAM role? Berapa hari retention policy seharusnya?

Kode aplikasi tidak pernah menjelaskan konteks bisnis di balik setiap angka tersebut. Ketika diminta menambahkan satu event ke stack Express plus Terraform, agent AI bisa menghasilkan enam resources AWS sekaligus, dengan setiap angka dan scope dipilih berdasarkan frekuensi kemunculan di data training, bukan berdasarkan workload aktual. Retention default menjadi empat belas hari dan visibility timeout enam puluh detik bukan karena ada reasoning, melainkan karena angka-angka itu paling sering muncul di corpus training.

Proses review PR untuk infrastruktur akhirnya memakan lebih banyak waktu dan skill dibandingkan review kode aplikasi yang memotivasinya. Code review yang dulu berarti membaca beberapa ratus baris kode yang melakukan satu tugas, kini berarti cross-check HCL terhadap semantik AWS IAM, pipeline yang sudah ada, dan pengetahuan tim tentang cara service berinteraksi dengan sistem lain. Biaya kesalahan bukan lagi failing test di CI, tapi production outage jam tiga pagi.

Solusi yang diusulkan Ivan menarik: hapus seam antara aplikasi dan infrastruktur sepenuhnya. Ketika deklarasi seperti new Topic("order-created") dikompilasi menjadi broker nyata dengan IAM dan dead-letter queue sudah diwire oleh framework berdasarkan apa yang terlihat di typed code, agent AI tidak lagi membuat keputusan infrastruktur dalam isolasi.

Inilah filosofi yang melatarbelakangi Encore, platform tempat Ivan bekerja. Event yang sama bisa dideklarasikan hanya dalam tiga baris TypeScript, dan framework akan provisioning broker, generate IAM yang scoped ke publishing service, wire dead-letter queue, serta memberikan type-checking pada subscriber di compile time. PR menjadi satu diff TypeScript, bukan TypeScript diff plus lima puluh baris HCL plus IAM policy yang harus diaudit manual.

Vibe coding bekerja ketika framework di sekitar agent yang membuat keputusan berbahaya, sementara agent hanya mengekspresikan apa yang dibutuhkan aplikasi. Pilih stack di mana seam antara app dan infra sudah dihilangkan, dan pertanyaan apakah vibe coding bisa diterapkan pada infrastruktur tidak lagi relevan karena tidak ada infrastruktur yang tersisa untuk di-vibe-code. Agent menulis kode aplikasi, dan cloud menjadi downstream dari kode tersebut.

Sumber: ivan.codes