Meta baru-baru ini mengambil langkah besar dalam dunia kecerdasan buatan dengan merilis Llama 3.1 405B, model open source frontier-level pertama yang dirancang untuk bersaing langsung dengan model-model closed source terkemuka. Menurut pengumuman resmi di About Meta, peluncuran ini didampingi oleh model-model Llama 3.1 70B dan 8B yang juga mengalami peningkatan signifikan. Mark Zuckerberg secara langsung menjelaskan visinya mengenai mengapa open source AI adalah jalan ke depan untuk industri teknologi.
Dalam surat terbukanya, Zuckerberg membandingkan perkembangan AI dengan sejarah Linux. Di awal era komputasi performa tinggi, perusahaan teknologi besar masing-masing mengembangkan versi closed source Unix mereka sendiri. Sulit dibayangkan bahwa pendekatan lain dapat mengembangkan software se-advanced itu. Namun, open source Linux akhirnya mendapatkan popularitas karena memungkinkan developer memodifikasi kode sesuai keinginan mereka dan lebih terjangkau. Seiring waktu, Linux menjadi lebih advanced, lebih aman, dan memiliki ekosistem yang lebih luas. Saat ini, Linux adalah fondasi standar industri untuk cloud computing dan sistem operasi mobile.
Zuckerberg percaya bahwa AI akan berkembang dengan cara serupa. Saat ini, beberapa perusahaan teknologi sedang mengembangkan model closed yang terkemuka, tetapi open source dengan cepat menutup gap. Tahun lalu, Llama 2 hanya sebanding dengan generasi model yang lebih lama. Tahun ini, Llama 3 sudah kompetitif dengan model-model paling advanced dan memimpin di beberapa area. Meta memperkirakan model-model Llama di masa depan akan menjadi yang paling advanced di industri. Fakta bahwa model 405B ini open source menjadikannya pilihan terbaik untuk fine-tuning dan distilling model-model yang lebih kecil.
Beyond releasing models, Meta juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk memperluas ekosistem. Amazon, Databricks, dan NVIDIA meluncurkan suite layanan lengkap untuk mendukung developer dalam melakukan fine-tuning dan distilling model mereka sendiri. Inovator seperti Groq telah membangun layanan inference dengan latensi rendah dan biaya rendah untuk semua model baru. Model-model ini akan tersedia di semua cloud utama termasuk AWS, Azure, Google, dan Oracle. Perusahaan seperti Scale.AI, Dell, dan Deloitte siap membantu perusahaan mengadopsi Llama dan melatih model custom dengan data mereka sendiri.
Zuckerberg menjelaskan bahwa open source AI baik untuk developer karena beberapa alasan. Pertama, setiap organisasi memiliki kebutuhan berbeda yang paling baik dipenuhi dengan model berukuran berbeda yang dilatih atau di-fine-tune dengan data spesifik mereka. Kedua, banyak organisasi tidak ingin bergantung pada model yang tidak dapat mereka jalankan dan kontrol sendiri. Mereka tidak ingin terkunci ke vendor tunggal yang memiliki hak eksklusif pada model. Ketiga, banyak organisasi menangani data sensitif yang perlu diamankan dan tidak dapat dikirim ke model closed melalui cloud API. Keempat, developer dapat menjalankan inference Llama 3.1 405B di infrastruktur mereka sendiri dengan biaya sekitar 50% lebih murah dibandingkan model closed seperti GPT-4o.
Dari perspektif Meta, open source AI adalah strategi bisnis yang masuk akal. Meta telah mengalami firsthand bagaimana ekosistem closed seperti Apple dapat membatasi inovasi. Antara cara Apple memungut pajak dari developer, aturan sewenang-wenang yang mereka terapkan, dan inovasi produk yang mereka blokir, jelas bahwa Meta dan banyak perusahaan lain akan dibebaskan untuk membangun layanan yang lebih baik jika mereka dapat membangun versi terbaik dari produk mereka tanpa kompetitor yang membatasi apa yang dapat mereka bangun. Open source Llama tidak mengurangi revenue Meta karena menjual akses ke model AI bukanlah model bisnis mereka, tidak seperti provider model closed.
Dalam hal keamanan, Zuckerberg berargumen bahwa open source AI akan lebih aman daripada alternatifnya. Untuk unintentional harm, open source harus secara signifikan lebih aman karena sistemnya lebih transparan dan dapat diperiksa secara luas. Secara historis, open source software lebih aman karena alasan ini. Mengenai intentional harm, Zuckerberg percaya bahwa pada titik tertentu di masa depan, aktor jahat individual mungkin dapat menggunakan intelijensi model AI untuk membuat ancaman baru dari informasi yang tersedia di internet. Pada saat itu, keseimbangan kekuatan akan menjadi kritis untuk keamanan AI. Lebih baik hidup di dunia di mana AI di-deploy secara luas sehingga aktor yang lebih besar dapat mengecek kekuatan aktor jahat yang lebih kecil.
Bagi startup dan developer di Indonesia, peluncuran Llama 3.1 405B membuka peluang besar untuk membangun solusi AI custom tanpa bergantung pada API berbayar. Kemampuan untuk fine-tune, distill, dan menjalankan model di infrastruktur sendiri dengan biaya lebih rendah adalah game changer untuk bisnis yang ingin mengintegrasikan AI ke dalam produk mereka sambil menjaga kontrol penuh atas data dan biaya operasional.
Source: About Meta
Dapatkan feedback, users, dan eksposur dari komunitas kreator, developer, dan entrepreneur digital Indonesia.
Submit Produk → Pelajari Dulu