Deploying AI agent di VPS kini jadi pilihan banyak developer yang ingin punya asisten otomatis selalu online. Hermes Agent dari Nous Research adalah salah satu solusi open-source paling menarik di kelasnya. Berbeda dengan AI chatbot biasa, Hermes bisa belajar dari setiap interaksi, menyimpan skill yang reusable, dan terus meningkatkan kemampuannya seiring waktu.
Artikel ini akan membahas cara setting Hermes Agent di VPS menggunakan Docker. Panduan ini mencakup persiapan server, deployment container, konfigurasi LLM provider, hingga hardening keamanan agar agent Anda berjalan stabil dan aman.
Hermes Agent dirancang untuk berjalan 24/7. Meskipun Anda bisa menginstalnya langsung di laptop, VPS memberikan beberapa keunggulan krusial: uptime lebih baik, koneksi internet stabil, dan akses dari mana saja. Dengan Docker, deployment menjadi lebih rapi karena semua dependensi terisolasi dalam satu container.
Beberapa fitur unggulan Hermes Agent yang bikin worth untuk di-deploy:
Self-improving skills: Setelah menyelesaikan tugas, Hermes menyimpan prosedur sebagai skill yang bisa dipakai ulang di masa depan.
Multi-provider LLM: Bisa pakai OpenRouter, Anthropic, OpenAI, DeepSeek, Ollama, atau endpoint kustom.
Gateway multi-platform: Integrasi dengan Telegram, Discord, Slack, WhatsApp, Signal, dan email.
Tool ekosistem luas: Terminal, web search, browser automation, file system, image generation, dan masih banyak lagi.
Sebelum mulai install, pastikan VPS Anda memenuhi spesifikasi minimum. Berikut rekomendasi yang optimal:
OS: Ubuntu 22.04 LTS atau lebih baru (distro Linux lain juga support).
CPU: Minimal 2 core.
RAM: Minimal 8 GB. Container Hermes sendiri pakai sekitar 1 GB, tapi bisa naik ke 2-4 GB kalau browser automation aktif.
Storage: Minimal 20 GB SSD.
Akses: Root atau sudo privileges.
Kalau Anda pakai Hostinger VPS, ada template Docker khusus Hermes Agent yang bikin proses deployment jadi satu klik. Tapi panduan ini juga berlaku untuk penyedia VPS lain seperti DigitalOcean, Linode, atau AWS EC2.
Pertama, update paket sistem untuk mencegah konflik dependensi saat install Docker dan komponen Hermes:
sudo apt update && sudo apt upgrade -ySetelah itu, sebaiknya buat user khusus dengan sudo access dan aktifkan SSH key authentication. Ini adalah best practice keamanan dasar sebelum menjalankan apapun di production server. Kalau belum familiar, Anda bisa cek panduan hardening VPS terlebih dahulu.
Docker adalah cara paling bersih untuk menjalankan Hermes Agent di VPS. Anda tidak perlu install Python, Node.js, atau mengatur environment variable secara manual.
Untuk pengguna Hostinger VPS, login ke hPanel lalu navigasi ke VPS OS Panel Sistem operasi Ubah OS. Cari template Hermes Agent, pilih, dan sistem akan otomatis menyiapkan container beserta terminal web.
Setelah installasi selesai, buka Docker Manager Proyek, lalu klik tombol Buka di samping proyek Hermes Agent. Anda akan masuk ke terminal web dan wizard setup otomatis terbuka.
Untuk VPS non-Hostinger, install Docker terlebih dahulu. Kemudian buat direktori data dan jalankan container:
mkdir -p ~/.hermes
cd ~/.hermes
docker run -it --rm \
-v ~/.hermes:/opt/data \
nousresearch/hermes-agent setupFlag -v ~/.hermes:/opt/data memasang direktori host ke path data container. Di sinilah Hermes menyimpan konfigurasi, API key, session history, skill, dan memory. Data ini persisten meskipun container dihapus atau di-update.
Setelah container berjalan, wizard setup Hermes akan muncul otomatis. Ada dua mode yang bisa dipilih:
Quick setup: Cukup pilih provider LLM, masukkan API key, dan pilih model. Ini pilihan tercepat untuk mayoritas pengguna.
Full setup: Menambahkan konfigurasi backend terminal, perilaku agent, toggle tool, dan persona. Pilih ini kalau Anda ingin kontrol lebih granular.
Berikut alur Quick setup yang akan Anda lewati:
Pilih provider LLM: OpenRouter, Anthropic, OpenAI, Nous Portal, DeepSeek, Ollama, atau endpoint kustom.
Masukkan API key: Paste key dari provider yang dipilih.
Pilih model: Wizard akan menampilkan daftar model yang tersedia untuk provider tersebut.
Hubungkan platform messaging (opsional): Telegram, Discord, Slack, WhatsApp, dll. Bisa di-skip dulu kalau mau fokus ke CLI.
Hermes menyimpan data sensitif seperti API key di ~/.hermes/.env, sementara konfigurasi umum disimpan di ~/.hermes/config.yaml.
Setelah setup selesai, verifikasi apakah Hermes Agent berjalan dengan normal. Jalankan perintah:
hermesAnda akan melihat banner selamat datang yang menampilkan model aktif, daftar tool yang tersedia, dan skill yang sudah dimuat. Untuk memastikan agent benar-benar fungsional, uji dengan prompt yang memicu tool call, misalnya:
Apa isi direktori saat ini?
Kalau Hermes merespons dan menjalankan perintah, berarti deployment sudah berhasil. Kalau output kosong atau ada error koneksi, kemungkinan besar API key salah atau provider tidak terkonfigurasi dengan benar. Gunakan hermes doctor untuk diagnosis cepat, atau jalankan ulang hermes setup untuk memperbaiki konfigurasi.
Untuk keluar dari sesi, ketik /exit. Gunakan hermes --continue untuk melanjutkan session terakhir.
Chat CLI sudah jalan? Sekarang saatnya expand setup dengan menambahkan provider tambahan, menghubungkan gateway messaging, dan mengaktifkan tool yang dibutuhkan.
Jalankan hermes model untuk setup provider baru. Setelah beberapa provider dikonfigurasi, Anda bisa switch di antara mereka selama chat berlangsung dengan perintah /model.
Gateway memungkinkan interaksi dengan Hermes melalui platform chat populer. Jalankan:
hermes gateway setupIkuti petunjuk untuk menghubungkan Telegram, Discord, Slack, atau platform lain. Setelah konfigurasi selesai, jalankan hermes gateway run untuk aktifkan bot. Tanpa perintah ini, konfigurasi ada tapi tidak aktif.
Hermes punya puluhan tool bawaan mulai dari terminal, web search, file system, hingga image generation. Buka manajemen tool dengan:
hermes toolsAktifkan atau nonaktifkan sesuai kebutuhan workflow Anda. Beberapa tool seperti web search dan image generation memerlukan API key tambahan agar bisa berfungsi.
Deploying AI agent di VPS berarti memberinya akses cukup luas ke sistem. Berikut langkah-langkah untuk meminimalkan risiko:
Hermes dilengkapi scanner keamanan bernama Tirith yang memeriksa setiap perintah terminal sebelum dieksekusi. Fitur ini aktif secara default dan akan mendeteksi risiko seperti prompt injection, credential exfiltration, dan pola backdoor SSH.
Kalau Tirith menandai perintah, Anda bisa approve atau deny dengan /approve atau /deny. Mode approval bisa diatur di ~/.hermes/config.yaml:
approvals:
mode: smart # manual | smart | off
timeout: 60Mode smart direkomendasikan karena bisa auto-approve operasi berisiko rendah dan hanya meminta konfirmasi untuk yang berbahaya.
Pastikan hanya Anda yang bisa mengirim perintah ke bot. Tambahkan user ID ke allowlist di config:
gateway:
telegram:
allowed_user_ids:
- 123456789Ganti 123456789 dengan user ID Telegram Anda (bisa didapatkan dari @userinfobot). Untuk platform lain, ganti telegram dengan nama platform yang sesuai.
Kalau Anda hanya menggunakan Hermes via platform messaging, tidak perlu membuka port untuk trafik masuk. Gateway membuat koneksi outbound, jadi cukup tutup port yang tidak digunakan:
sudo ufw deny 8642
sudo ufw deny 9119Port 8642 adalah API server dan 9119 adalah dashboard. Tutup keduanya kecuali Anda memang butuh akses langsung.
Untuk menjaga Hermes tetap up-to-date, pull image terbaru dan replace container yang sedang berjalan:
docker pull nousresearch/hermes-agent:latest
docker rm -f hermes-agent
docker run -d --name hermes-agent \
-v ~/.hermes:/opt/data \
nousresearch/hermes-agent:latestKarena data disimpan di volume ~/.hermes, update image tidak akan menghapus konfigurasi, session, atau skill yang sudah terbangun.
Deploy Hermes Agent di VPS menggunakan Docker adalah cara paling praktis untuk memiliki AI agent yang selalu online dan bisa belajar mandiri. Dengan mengikuti panduan ini, Anda sudah punya foundation yang solid: VPS siap pakai, container terisolasi, LLM terkonfigurasi, gateway terhubung, dan keamanan diperkuat.
Selanjutnya, Anda bisa mulai membangun skill custom, mengatur cron job untuk automation, atau menambahkan MCP server untuk integrasi dengan tools eksternal. Hermes Agent adalah platform yang sangat fleksibel, dan semakin sering Anda menggunakannya, semakin cerdas pula agent tersebut bekerja.
Dapatkan feedback, users, dan eksposur dari komunitas kreator, developer, dan entrepreneur digital Indonesia.
Submit Produk → Pelajari Dulu