Apple Tarik Fitur Enkripsi Data di UK Setelah Konflik
Taufiq M
Taufiq M

Dipublikasikan 21 Mei 2026

Apple Tarik Fitur Enkripsi Data di UK Setelah Konflik

Apple baru-baru ini mengambil langkah drastis dengan menarik fitur Advanced Data Protection (ADP) dari pengguna di United Kingdom setelah adanya konflik dengan pemerintah setempat. Menurut laporan dari BBC News, keputusan ini datang setelah Kantor Dalam Negeri UK melayangkan permintaan di bawah Investigatory Powers Act (IPA) yang mewajibkan perusahaan memberikan akses kepada penegak hukum terhadap data terenkripsi pengguna. Alih-alih mematuhi permintaan yang berpotensi menciptakan backdoor global, Apple memilih untuk menonaktifkan fitur tersebut sepenuhnya di UK.

Advanced Data Protection adalah fitur keamanan dari Apple yang menawarkan end-to-end encryption untuk data yang disimpan di iCloud, termasuk backup, foto, dan catatan. Dengan enkripsi end-to-end, bahkan Apple sendiri tidak dapat mengakses data pengguna. Namun, pemerintah UK berargumen bahwa enkripsi semacam ini menghambat upaya penegakan hukum, terutama dalam kasus yang melibatkan keamanan nasional dan kejahatan serius. Permintaan ini dilayangkan secara rahasia dan Apple tidak diperbolehkan untuk mengkonfirmasi atau membantah keberadaannya secara publik.

Reaksi terhadap keputusan Apple bervariasi. Profesor Alan Woodward, pakar cyber-security di Surrey University, menyebut pengembangan ini sebagai act of self harm oleh pemerintah UK. Menurutnya, semua yang dicapai oleh pemerintah UK hanyalah melemahkan keamanan dan privasi online untuk pengguna yang berbasis di UK. Ia menambahkan bahwa naif bagi pemerintah untuk berpikir bahwa mereka dapat memerintah perusahaan teknologi Amerika secara global.

Pakar privasi online Caro Robson menyebut langkah Apple sebagai unprecedented, di mana perusahaan secara sederhana menarik produk daripada bekerja sama dengan pemerintah. Ia mengingatkan bahwa akan menjadi preseden yang sangat mengkhawatirkan jika operator komunikasi lain merasa dapat menarik produk dan tidak bertanggung jawab kepada pemerintah. Sementara itu, Bruce Daisley, mantan eksekutif senior di X, mengatakan bahwa Apple melihat ini sebagai masalah prinsip. Jika mereka mengalah pada UK, maka setiap pemerintah di seluruh dunia akan menginginkan hal yang sama.

Kontroversi ini juga memicu perhatian dari politikus Amerika Serikat. Dua politisi senior AS menyatakan bahwa permintaan tersebut merupakan ancaman serius terhadap keamanan nasional Amerika dan meminta pemerintah AS untuk mengevaluasi kembali perjanjian berbagi intelijen dengan UK kecuali permintaan itu ditarik. Senator Ron Wyden mengatakan bahwa penarikan backup terenkripsi dari UK oleh Apple menciptakan preseden berbahaya yang negara-negara otoriter pasti akan ikuti. Ia percaya langkah tersebut tidak akan cukup untuk membuat UK menurunkan tuntutannya, yang akan mengancam privasi pengguna AS secara serius.

Will Cathcart, kepala WhatsApp, juga merespons dengan keprihatinan. Dalam sebuah post di X, ia menulis: Jika UK memaksa backdoor global ke dalam keamanan Apple, hal ini akan membuat semua orang di setiap negara menjadi kurang aman. Perintah rahasia satu negara berisiko menempatkan kita semua dalam bahaya dan harus dihentikan.

Apple dalam pernyataannya mengatakan bahwa mereka menyesali tindakan yang harus diambil. Peningkatan keamanan penyimpanan cloud dengan end-to-end encryption lebih mendesak dari sebelumnya. Apple tetap berkomitmen untuk menawarkan tingkat keamanan tertinggi bagi data pribadi pengguna dan berharap dapat melakukannya di UK di masa depan. Namun, keputusan untuk menarik ADP berarti pengguna UK kini tidak lagi memiliki opsi enkripsi end-to-end untuk backup iCloud mereka, menjadikan data mereka lebih rentan terhadap akses tidak sah.

NSPCC, badan amal anak-anak di UK, menyuarakan keprihatinan bahwa layanan end-to-end encrypted dapat menghambat upaya keselamatan dan perlindungan anak, seperti mengidentifikasi distribusi materi eksploitasi seksual anak (CSAM). Namun, Emily Taylor dari Global Signal Exchange berargumen bahwa enkripsi adalah tentang melindungi privasi konsumen dan tidak sama dengan dark web di mana CSAM biasanya didistribusikan. Enkripsi adalah sesuatu yang kita gunakan setiap hari, baik saat berkomunikasi dengan bank maupun di aplikasi pesan. Ini adalah bentuk privasi dalam dunia online yang sangat tidak aman.

Bagi para developer dan founder di Indonesia, konflik ini menyoroti dilema fundamental dalam desain sistem: privasi versus akses pemerintah. Setiap keputusan arsitektur cloud yang Anda buat dapat memiliki implikasi geopolitikal. Memahami regulasi data lokal dan internasional bukan lagi sekadar compliance exercise, melainkan strategic business decision yang dapat menentukan pasar mana yang dapat Anda layani.

Source: BBC News