Nvidia Bayar $6 Miliar untuk Lisensi Model AI Poolside
ND
Naufal Dev

Dipublikasikan 25 Agustus 2026

Nvidia Bayar $6 Miliar untuk Lisensi Model AI Poolside

Nvidia baru saja menandatangani kesepakatan lisensi senilai $6 miliar dengan startup AI asal Prancis, Poolside. Dalam transaksi yang diumumkan pada 20 Agustus 2026 ini, Nvidia juga berinvestasi $1 miliar di Poolside dengan valuasi pra-uang $12 miliar, sambil merekrut 109 engineer dari tim Poolside untuk bekerja pada proyek model open-weight Nemotron.

Menurut laporan dari The Wall Street Journal, kesepakatan ini bukan akuisisi murni. Nvidia membayar untuk melisensi teknologi Model Factory milik Poolside, yaitu sistem internal yang digunakan startup tersebut untuk membangun model AI. Lisensi bersifat non-eksklusif, yang berarti Poolside masih bisa melisensikan teknologi yang sama ke pihak lain.

Mengapa Poolside Menerima Kesepakatan Ini

Dalam surat kepada investor yang diperoleh oleh Newcomer, Poolside menjelaskan bahwa mereka gagal menutup putaran pendanaan $2 miliar dalam jendela waktu enam minggu pada akhir tahun lalu. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk membayar klaster GB300 berkapasitas 40.000 unit yang akan online pada Januari 2026.

Kegagalan tersebut membuat Poolside kehilangan akses ke sumber daya komputasi yang vital untuk tetap kompetitif di garis depan pengembangan AI. Surat tersebut menyatakan bahwa frontier AI tahun depan akan membutuhkan klaster yang jauh lebih besar, bahkan lebih dari satu orde magnitudo dibandingkan saat ini.

Struktur Deal Unik dari Nvidia

Ini adalah kesepakatan ketiga yang menggunakan struktur serupa oleh Nvidia. Sebelumnya, Nvidia membayar Groq $20 miliar untuk teknologi inferensi dan merekrut engineer top-nya, serta kesepakatan serupa dengan startup hardware Enfabrica senilai sekitar $900 juta. Total komitmen Nvidia dari tiga transaksi ini mencapai sekitar $27 miliar.

Model bisnis ini menarik karena memungkinkan Nvidia mengamankan IP dan talenta langka tanpa memicu pengawasan antimonopoli yang biasanya menyertai akuisisi penuh. Perusahaan yang dilisensi tetap beroperasi secara independen dan bisa mengumpulkan modal segar.

Tiga founder Poolside, yaitu CEO Eiso Kant, co-founder Jason Warner, dan eksekutif operasi Margarida Garcia, memutuskan untuk tidak bergabung dengan Nvidia. Mereka akan tetap bekerja pada proyek riset yang belum diungkapkan di Poolside yang tersisa.

Dampak bagi Ekosistem AI

Nvidia bermaksud menggunakan teknologi yang dilisensi dan engineer yang direkrut untuk membangun salah satu model open-weight paling mumpuni yang tersedia. Langkah ini menempatkan Nvidia dalam persaingan langsung dengan model-model asal China seperti DeepSeek dan Kimi K3, serta lab frontier Amerika termasuk OpenAI dan Anthropic.

Poolside sebelumnya merilis model open-weight bernama Laguna S yang diposisikan sebagai alternatif Barat untuk model-model China. Model tersebut dilatih pada chip server Nvidia, yang menjadikan sinergi teknis antara kedua perusahaan semakin kuat.

Menurut Quartz, $6 miliar yang diterima Poolside dari kesepakatan lisensi diharapkan akan dibagikan kepada investor sebelum akhir tahun depan. Poolside juga telah memisahkan entitas infrastruktur bernama Poolside Infrastructure Company yang sedang membangun pusat data 1,2 GW di Texas.

Apa Artinya untuk Developer

Bagi developer, kemunculan model open-weight kelas frontier dari Nvidia bisa berarti akses yang lebih mudah dan murah ke model AI canggih. Open-weight models umumnya jauh lebih murah untuk dioperasikan dan memungkinkan kustomisasi mudah dibandingkan sistem proprietary seperti GPT-5.6 atau Claude.

Namun, kesepakatan ini juga menunjukkan bahwa persaingan di lapisan model AI semakin keras. Akses ke komputasi menjadi faktor penentu, dan perusahaan yang tidak memiliki backbone infrastruktur atau hubungan dengan raksasa chip seperti Nvidia akan kesulitan bertahan di garis depan.

Gambar: The Wall Street Journal