Apple Intelligence Tidak Menggunakan Kode Gemini, Meski Berkolaborasi dengan Google
ND
Naufal Dev

Dipublikasikan 10 Juni 2026

Apple Intelligence Tidak Menggunakan Kode Gemini, Meski Berkolaborasi dengan Google

Apple baru-baru ini memberikan klarifikasi mengejutkan terkait kolaborasi AI-nya dengan Google. Meskipun kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut bekerja sama dalam pengembangan kecerdasan buatan, Apple menegaskan bahwa model AI terbaru mereka, Apple Foundation Models (AFM), tidak mengandung satu baris pun kode dari Google Gemini.

Penjelasan ini datang dari Craig Federighi, SVP Software Engineering Apple, dalam sebuah tech talk pasca-keynote WWDC 2026. Bersama AI VP Amar Subramanya, Siri lead Mike Rockwell, dan software VP Sebastien Marineau-Mes, Federighi membuka tirai arsitektur AFM generasi ketiga yang akan menggerakkan Apple Intelligence di iOS 27 dan macOS Golden Gate.

Arsitektur Apple Foundation Models

Apple membangun keluarga AFM dengan dua model on-device dan tiga model server-side. Di perangkat, AFM Core menggunakan arsitektur dense model generasi berikutnya, sementara AFM Core Advanced mengandalkan sparse architecture yang natively multimodal. Subramanya menyebut AFM Core Advanced sebagai model on-device yang belum pernah Apple jalankan sebelumnya, memungkinkan fitur seperti invitation voice dan expressive voices tanpa satu pun request ke cloud.

Di sisi server, AFM Cloud menangani request Private Cloud Compute yang dioptimalkan untuk latency, sementara AFM Cloud Image menggerakkan image generation dan editing termasuk spatial reframing. Model kelima, AFM Cloud Pro, adalah yang paling powerful dan dirancang untuk agentic tool use dan complex reasoning tasks dengan kualitas yang menurut Subramanya mirip dengan Gemini frontier models.

Kontribusi Google Hanya Distilasi, Bukan Kode Langsung

Detail kunci tentang kolaborasi Google muncul ketika Subramanya menjelaskan proses training keempat model tersebut. Semua model ini dibangun custom untuk Apple Silicon, dilatih menggunakan proprietary data dengan reinforcement learning, dan diperhalus menggunakan output dari Gemini frontier models. Ini berarti kontribusi Google bersifat distillation-based, bukan adopsi langsung kode atau model Gemini.

Federighi menegaskan dengan tegas: The amount of the Google Assistant we use is none. Apple tidak menggunakan model Gemini yang dideploy ke pelanggan Google, tidak menggunakan client-side code Google, dan tidak menggunakan Google Search infrastructure sebagai knowledge backbone. Apple juga memiliki World Knowledge Service sendiri yang telah dikembangkan selama beberapa tahun.

Privasi Tetap Jadi Prioritas Utama

Apple menjaga komitmen privasi melalui System Orchestrator, perangkat lunak yang Federighi sebut sebagai kunci arsitektur privasi seluruh sistem. Orchestrator ini mengarahkan query ke model yang sesuai, baik on-device maupun cloud, berdasarkan kompleksitas request dan konteks personal yang dibutuhkan.

Apple juga memastikan bahwa seluruh infrastruktur Private Cloud Compute, termasuk kapasitas GPU Nvidia di cloud Google, dapat diverifikasi secara independen oleh peneliti pihak ketiga untuk memastikan data pengguna tidak pernah disimpan atau diakses. Apple bekerja sama dengan Google dan Nvidia untuk memperluas private cloud infrastructure ke GPU Nvidia menggunakan teknologi ambiguous confidential compute yang mencegah Nvidia membaca konten server Apple.

Langkah ini menunjukkan bahwa Apple tetap konsisten dengan filosofi privasi mereka, bahkan ketika berkolaborasi dengan pesaing terbesar di bidang AI. Bagi developer Indonesia yang mengikuti ekosistem Apple, ini menjadi sinyal kuat bahwa Apple Intelligence akan berjalan dengan isolasi data yang kuat dan tidak bergantung pada infrastruktur pihak ketiga untuk core functionality.

Sumber: MacRumors