Vibe coding sedang mengubah cara developer membangun software. Alih-alih menulis kode baris per baris, Anda cukup mendeskripsikan apa yang diinginkan dalam bahasa alami, dan AI IDE seperti Cursor menangani sisanya. Artikel ini akan membahas tutorial vibe coding untuk Home Assistant menggunakan Cursor dan MCP server, berdasarkan pengalaman nyata Vladimir Eremeev yang diulas di Medium.
Eremeev pindah ke rumah tua Inggris dengan satu thermostat Honeywell yang mengontrol boiler gas untuk seluruh rumah. Ruangan di sisi matahari menjadi terlalu panas, sementara ruangan di sisi teduh masih dingin. Solusi komersial multi-zone tersedia, tapi mahal dan terbatas pada fitur vendor.
Sebagai engineer, ia memutuskan membangun sistem smart home sendiri di atas Home Assistant. Ia memakai Raspberry Pi 5, TRV radiator valves, relay untuk mengontrol boiler, dan Zigbee USB dongle. Dua akhir pekan kemudian, ia telah memiliki beberapa generasi script kontrol pemanasan: dari logika sederhana hingga predictive switching berdasarkan suhu luar.
Tapi workflow-nya tidak efisien. Ia harus bertanya ke ChatGPT, copy-paste kode ke Home Assistant, debug manual, lalu ulangi. Di era vibe coding, pola kerja seperti ini terasa ketinggalan zaman.
Eremeev menginginkan kemampuan mendeskripsikan kebutuhan dalam Cursor AI, lalu membiarkan AI:
Terhubung ke Home Assistant secara langsung.
Menganalisis konfigurasi HA yang sudah ada.
Menghasilkan automation dan dashboard yang tepat.
Deploy kode langsung ke instance HA.
Jika terjadi error, mengambil log, memahami masalah, dan mengusulkan perbaikan.
Karena tidak menemukan solusi yang sesuai, ia membangunnya sendiri. Hasilnya adalah dua komponen utama:
Home Assistant Agent: Add-on yang diinstal dari UI Home Assistant. IDE seperti Cursor atau VS Code terhubung ke agent ini untuk menjalankan aksi di instance HA.
Home Assistant MCP: MCP server yang ditambahkan ke Cursor atau VS Code, memberikan IDE kemampuan untuk menjelajahi dan memodifikasi Home Assistant.
Sebelum mulai vibe coding, pastikan infrastruktur dasar sudah siap:
Instal Home Assistant OS di Raspberry Pi 4 atau 5. Flash image resmi dari home-assistant.io.
Pasang Zigbee USB dongle yang kompatibel, seperti Sonoff ZBDongle-E atau ConBee II.
Pairing perangkat smart home Anda: TRV valves, smart relay, sensor suhu, dan perangkat lainnya melalui UI Home Assistant.
Pastikan Home Assistant dapat diakses dari jaringan lokal Anda dengan IP statis atau hostname yang jelas.
Komponen ini adalah inti dari vibe coding workflow. Berikut cara setup-nya:
Buka Home Assistant UI, masuk ke Settings > Add-ons > Add-on Store.
Tambahkan custom repository: github.com/Coolver/home-assistant-vibecode-agent.
Instal Home Assistant Agent add-on dari repository tersebut.
Start add-on dan catat URL endpoint serta token autentikasi yang ditampilkan di log.
Di sisi IDE, clone repository MCP server dan jalankan instalasi dependensi:
git clone https://github.com/Coolver/home-assistant-vibecode-agent.git
cd home-assistant-vibecode-agent/mcp-server
npm install
npm run build
Tambahkan MCP server ke Cursor dengan mengedit file .cursor/mcp.json:
\n \"mcpServers": {\n \"home-assistant": {\n \"command": \"node\",\n \"args": [\n \"/absolute/path/to/home-assistant-vibecode-agent/mcp-server/dist/index.js\"\n ],\n \"env": {\n \"HA_URL": \"http://192.168.1.100:8123\",\n \"HA_TOKEN": \"YOUR_LONG_LIVED_ACCESS_TOKEN\"\n }\n }\n }\n}\n
Setelah MCP server terhubung, workflow menjadi sangat natural:
Buka Cursor dan buat file baru untuk automation, misalnya heating_automation.yaml.
Deskripsikan kebutuhan Anda dalam bahasa alami sebagai komentar di atas file:
# Buat automation yang:\n# - Memantau suhu setiap kamar melalui sensor zigbee\n# - Menyalakan boiler jika ada TRV yang terbuka\n# - Mematikan boiler jika semua TRV tertutup\n# - Mengirim notifikasi ke HP jika suhu di bawah 18 derajat selama 30 menit\n
Tekan Ctrl+K atau Cmd+K untuk membuka AI chat panel, lalu minta Cursor menganalisis konfigurasi HA Anda dan generate automation berdasarkan deskripsi tersebut.
Cursor akan memanggil MCP server untuk membaca state perangkat yang ada, lalu menghasilkan kode automation YAML yang sesuai.
Review kode yang dihasilkan, lalu gunakan command deploy bawaan MCP server untuk mendorong konfigurasi langsung ke Home Assistant.
Jika automation tidak berjalan sesuai harapan, beritahu Cursor secara natural: "boiler tidak mati meski semua TRV tertutup. Cek log dan perbaiki." Cursor akan mengambil log melalui MCP, menganalisis, dan mengajukan patch.
Salah satu kekuatan vibe coding adalah iterasi cepat. Eremeev melalui beberapa generasi logika:
Generasi 1: Boiler ON jika ada TRV terbuka, OFF jika semua tertutup.
Generasi 2: Menambahkan hysteresis agar boiler tidak terlalu sering switch.
Generasi 3: Predictive on/off berdasarkan kecepatan pendinginan per ruangan dan suhu luar.
Dengan Cursor dan MCP, setiap iterasi hanya membutuhkan deskripsi singkat. AI menangani refactoring, testing logika, dan deployment.
Setup ini memberikan manfaat nyata:
Natural language interface untuk otomasi rumah yang kompleks.
Debugging iteratif tanpa context switching antara browser, editor, dan log.
Freedom dari vendor lock-in cloud proprietary.
Setup cepat: under 5 menit untuk infrastruktur dasar.
Tapi ada keterbatasan yang perlu diperhatikan:
Home Assistant memiliki banyak subsistem dengan API berbeda: dashboards, automations, helpers, variables. MCP server harus menangani semua variasi ini.
Tidak semua hasil AI langsung sempurna. Review manusia masih diperlukan, terutama untuk aksi yang memengaruhi perangkat fisik.
Keamanan token akses Home Assistant harus dikelola dengan hati-hati agar tidak bocor.
Vibe coding tidak berarti Anda berhenti memahami kode. Ini adalah perubahan pada interface: dari menulis syntax ke mendeskripsikan intent. Untuk developer yang ingin mengotomasi smart home dengan cepat, kombinasi Cursor, MCP, dan Home Assistant adalah stack yang patut dicoba.
Dapatkan feedback, users, dan eksposur dari komunitas kreator, developer, dan entrepreneur digital Indonesia.
Submit Produk → Pelajari Dulu