Negosiator Ransomware di Florida Dihukum Penjara karena Konspirasi dengan Peretas
FA
Faris Aksa

Dipublikasikan 10 Juli 2026

Negosiator Ransomware di Florida Dihukum Penjara karena Konspirasi dengan Peretas

Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Kamis (9 Juli 2026) mengonfirmasi penjatuhan hukuman lebih dari lima tahun penjara terhadap Angelo Martino, seorang negosiator ransomware asal Florida. Martino terbukti berkonspirasi dengan peretas untuk menyebarkan ransomware BlackCat selama bekerja di sebuah perusahaan cybersecurity AS. Kasus ini dianggap langka karena melibatkan profesional keamanan yang justru memanfaatkan posisinya untuk merusak klien sendiri, seperti dilaporkan TechCrunch.

Martino menjadi orang ketiga yang dipenjara atas skema ini, setelah Kevin Martin dan Ryan Goldberg yang telah lebih dulu dihukum. Ketiganya, menurut jaksa penuntut, bekerja sama untuk menyebarkan ransomware BlackCat terhadap perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat sepanjang tahun 2023. Dalam satu serangan yang berhasil, para profesional cybersecurity yang bekerja sebagai kriminal ini berhasil memeras sebuah perusahaan sekitar 1,2 juta dolar AS, yang kemudian dibagi tiga setelah dicuci.

Profil Geng BlackCat

BlackCat, juga dikenal sebagai ALPHV, adalah operasi ransomware-as-a-service yang memungkinkan peretas independen, yang disebut affiliate, menyewa akses ke malware pengenkripsi file geng tersebut dengan imbalan bagian dari keuntungan serangan siber. Ransomware ini pernah digunakan untuk mencuri data medis dan penagihan yang sangat sensitif dari lebih dari 192 juta orang di Amerika Serikat selama peretasan di Change Healthcare pada Februari 2024.

Kasus Martino menyoroti realitas yang mengkhawatirkan: bahwa para profesional keamanan siber, yang seharusnya melindungi klien, dapat dengan mudah menyalahgunakan akses dan kepercayaan untuk keuntungan pribadi. Pemerintah AS telah lama menyarankan korban peretasan untuk tidak membayarkan tebusan apa pun dan mencegah penjahat siber memperoleh keuntungan, meskipun beberapa perusahaan tetap membayar dalam upaya mencegah data pribadi pelanggan mereka bocor.

Sub-sektor Asuransi Ransomware

Serangan pemerasan telah membantu menciptakan seluruh sub-sektor asuransi di AS untuk menangpons serangan ransomware dan pemerasan. Beberapa perusahaan di ruang ini mempekerjakan negosiator untuk mencoba menekan biaya tebusan. Martino bertindak sebagai negosiator semacam itu, namun justru menggunakan posisinya untuk membantu geng ransomware meretas kliennya sendiri.

Pemerintah AS menyita lebih dari 10 juta dolar aset kripto dan properti dari Martino, termasuk sebuah food truck dan kapal pancing mewah. Hukuman lebih dari lima tahun penjara ini mengirimkan sinyal kuat bahwa penegak hukum semakin serius menangani insider threat di industri cybersecurity.

Sumber: TechCrunch