Panduan Typst untuk Pemula: Ganti LaTeX dengan Compiler Modern
FR
Fajar Riz

Dipublikasikan 28 Mei 2026

Panduan Typst untuk Pemula: Ganti LaTeX dengan Compiler Modern

LaTeX sudah puluhan tahun menjadi standar emas untuk penulisan dokumen akademik, jurnal ilmiah, dan thesis. Namun, compile time yang lambat, syntax yang verbose, dan dependency management yang rumit sering kali menghambat productivity penulis. Typst hadir sebagai alternatif modern yang menjanjikan kecepatan kompilasi mendekati real-time, syntax bersih seperti Markdown, dan output PDF berkualitas tinggi yang setara LaTeX. Artikel ini adalah panduan praktis untuk memulai Typst dan membuat dokumen pertamamu.

Langkah 1: Install Typst di Sistem Operasi-mu

Typst menyediakan binary pre-compiled untuk Windows, macOS, dan Linux. Cara termudah di macOS adalah menggunakan Homebrew dengan perintah brew install typst. Di Linux, kamu bisa menggunakan package manager distro masing-masing, seperti pacman -S typst untuk Arch atau mengunduh binary statis dari GitHub releases jika menggunakan Ubuntu/Debian. Untuk Windows, binary tersedia dalam format zip yang tinggal diekstrak dan tambahkan ke PATH.

Alternatif lain yang direkomendasikan untuk developer adalah menginstall via Rust cargo:

cargo install typst-cli

Pastikan Rust toolchain sudah terinstall sebelumnya. Setelah instalasi selesai, verifikasi dengan menjalankan perintah:

typst --version

Output yang muncul harus menunjukkan versi terbaru, misalnya typst 0.13.0. Jika perintah tidak ditemukan, cek kembali konfigurasi PATH environment-mu.

Langkah 2: Membuat Struktur Dokumen Dasar

Buat direktori baru untuk proyek dokumenmu, lalu buat file main.typ. Berbeda dengan LaTeX yang membutuhkan preamble panjang, dokumen Typst bisa dimulai dengan sangat minimalis. Berikut adalah template dasar yang bisa kamu gunakan:

#set document(title: "Laporan Tugas Akhir", author: "Budi Santoso")
#set page(margin: (left: 3cm, right: 2.5cm, top: 3cm, bottom: 2.5cm))
#set text(font: "Times New Roman", size: 12pt)

= Pendahuluan

Ini adalah paragraf pertama dari dokumen kita. Typst secara otomatis akan mengatur justification dan hyphenation sesuai bahasa yang aktif.

== Latar Belakang

Sub-bab ini membahas konteks penelitian yang dilakukan. Heading level 2 menggunakan dua tanda sama dengan.

= Metodologi

Penjelasan tentang metode yang digunakan dalam penelitian ini.

Perhatikan bahwa Typst menggunakan hash (#) untuk memanggil function dan command, bukan backslash seperti di LaTeX. Ini membuat dokumen jauh lebih readable dan mudah dipelajari bagi developer yang sudah familiar dengan programming.

Langkah 3: Formatting, Matematika, dan Tabel

Salah satu kekuatan utama LaTeX adalah rendering matematika yang indah. Typst tidak kalah powerful di sini, bahkan syntax-nya lebih intuitif. Untuk inline math, gunakan dollar sign tunggal: $a^2 + b^2 = c^2$. Untuk display math atau equation block, gunakan dollar sign ganda:

$ integral_0^infinity e^(-x) dif x = 1 $

Perhatikan penggunaan integral, infinity, dan dif yang adalah built-in symbol di Typst. Tidak perlu import package tambahan untuk simbol matematika standar.

Untuk tabel, Typst menyediakan syntax yang jauh lebih bersih dibandingkan tabular LaTeX:

#table(
  columns: (1fr, 1fr, 1fr),
  inset: 10pt,
  align: center,
  table.header([Parameter], [Nilai], [Satuan]),
  [Kecepatan], [299.792], [km/s],
  [Massa], [1.989e30], [kg],
)

Kamu juga bisa membuat list dengan sangat mudah menggunakan tanda minus untuk unordered list dan angka dengan titik untuk ordered list.

Langkah 4: Mengelola Bibliografi dan Cross-Reference

Untuk dokumen akademik, bibliografi adalah komponen wajib. Typst mendukung format BibTeX yang sudah familiar, sehingga kamu bisa menggunakan file .bib yang sama dengan yang kamu pakai di LaTeX. Buat file refs.bib di direktori yang sama, lalu tambahkan entry seperti biasa:

@article{knuth1984,
  author = {Donald E. Knuth},
  title = {Literate Programming},
  journal = {The Computer Journal},
  year = {1984},
}

Di file main.typ, import bibliografi dengan perintah:

#bibliography("refs.bib", style: "ieee")

Untuk cross-reference, Typst menggunakan label dan reference. Tambahkan label setelah heading atau elemen yang ingin direferensikan:

= Metodologi 

Seperti yang dijelaskan di @sec-metodologi, kita menggunakan pendekatan kualitatif.

Typst akan secara otomatis mengganti @sec-metodologi dengan nomor section yang sesuai, mirip dengan label-ref di LaTeX tapi tanpa perlu compile dua kali.

Langkah 5: Compile, Watch Mode, dan Integration dengan Editor

Untuk mengkompilasi dokumen menjadi PDF, gunakan perintah sederhana:

typst compile main.typ output.pdf

Proses kompilasi Typst sangat cepat, biasanya selesai dalam hitungan milidetik bahkan untuk dokumen berpuluh halaman. Ini karena Typst menggunakan incremental compilation engine yang hanya merender bagian dokumen yang berubah.

Saat development, gunakan watch mode untuk auto-compile setiap kali ada perubahan file:

typst watch main.typ output.pdf

Untuk pengalaman editing terbaik, install extension Typst untuk VS Code atau Neovim. Extension ini menyediakan syntax highlighting, error linting real-time, dan PDF preview side-by-side yang update secara live tanpa perlu switch window.

Kalau kamu butuh template yang lebih advanced, komunitas Typst sudah menyediakan ratusan template open-source di Typst Universe. Kamu bisa browse dan menginstall template hanya dengan perintah typst init @template-name.

Kesimpulan

Typst adalah evolusi logis dari sistem typesetting tradisional. Dengan syntax yang familiar bagi developer, compile time yang hampir instan, dan dukungan matematika serta bibliografi yang setara LaTeX, Typst layak menjadi pilihan utama untuk penulisan dokumen akademik dan teknis di era modern. Tidak ada salahnya mencoba Typst untuk dokumen atau laporan berikutnya yang kamu kerjakan.

Sumber tutorial dan inspirasi: Imaginary Text - Typst Templates for Pandoc dan repositori resmi Typst di GitHub

Tips Produktivitas dengan Typst

Selain fitur inti, ada beberapa pola yang bisa mempercepat workflow penulisanmu. Pertama, gunakan file terpisah untuk setiap bab besar dan import mereka di main.typ menggunakan perintah #include "bab1.typ". Ini membuat proyek lebih terorganisir dan mudah di-maintain. Kedua, manfaatkan package manager bawaan Typst untuk menambahkan library eksternal seperti plot rendering atau diagram drawing tanpa harus mengelola dependency secara manual. Ketiga, aktifkan spell checker di editor kamu karena Typst tidak memiliki built-in spell checking seperti beberapa distribusi LaTeX.

Dengan menerapkan pola-pola ini, transisi dari LaTeX ke Typst akan terasa jauh lebih mulus dan produktivitas menulis dokumen teknismu bisa meningkat signifikan.