NVIDIA baru saja merilis laporan keuangan kuarter pertama fiskal 2027 yang mencatatkan rekor baru. Menurut siaran pers resmi NVIDIA, perusahaan mencatat revenue sebesar 81.6 miliar dolar AS, naik 20 persen dari kuarter sebelumnya dan melonjak 85 persen dibandingkan tahun lalu.
CEO NVIDIA Jensen Huang menyatakan bahwa pembangunan AI factories merupakan ekspansi infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia, dan agentic AI telah tiba untuk melakukan pekerjaan produktif yang menghasilkan nilai nyata. NVIDIA mengklaim posisinya sebagai satu-satunya platform yang berjalan di setiap cloud, menjalankan setiap frontier dan open source model, serta menskalakan ke segala tempat AI diproduksi.
Data center revenue NVIDIA mencapai rekor 75.2 miliar dolar AS, didorong oleh permintaan terus-menerus akan chip AI. Perusahaan juga melakukan restrukturisasi laporan keuangan dengan dua platform utama: Data Center dan Edge Computing. Data Center sendiri dibagi menjadi Hyperscale dan ACIE yang mencakup AI Clouds, Industrial, dan Enterprise.
Revenue Data Center compute tercatat 60.4 miliar dolar AS, naik 77 persen year-over-year, sementara networking revenue mencapai 14.8 miliar dolar AS, naik mencengangkan 199 persen dari tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa networking bukan lagi sekadar pendamping GPU, melainkan bisnis yang signifikan dalam ekosistem AI infrastructure.
Yang paling menarik, NVIDIA secara resmi menggolongkan segmen PC, konsol game, workstation, robot, mobil, dan stasiun basis AI-RAN ke dalam kategori Edge Computing. Ini adalah tanda jelas bahwa NVIDIA tidak lagi menganggap dirinya sebagai perusahaan gaming. Meski gaming masih menjadi bagian dari bisnis, AI dan data center telah mengambil alih sebagai growth driver utama.
Perusahaan juga mengumumkan peningkatan dividen kuartalan dari 0.01 menjadi 0.25 per saham, serta buyback authorization tambahan sebesar 80 miliar dolar AS. Proyeksi revenue untuk Q2 FY27 diperkirakan mencapai 91.0 miliar dolar AS, dengan asumsi tidak ada revenue Data Center compute dari China.
Bagi developer dan founder Indonesia, ini adalah momentum untuk mempertimbangkan stack infrastruktur AI berbasis NVIDIA, terutama dalam konteks AI factories dan edge deployment untuk use case lokal.
Dapatkan feedback, users, dan eksposur dari komunitas kreator, developer, dan entrepreneur digital Indonesia.
Submit Produk → Pelajari Dulu