Cara Memulai ZeroLang: Bahasa Pemrograman untuk AI Agents
DA
Dimas Arta

Dipublikasikan 21 Mei 2026

Cara Memulai ZeroLang: Bahasa Pemrograman untuk AI Agents

Vercel Labs baru saja merilis ZeroLang, sebuah eksperimen bahasa pemrograman yang didesain dengan premis menarik: agents sebagai primary user. Bukan manusia yang harus menghafal syntax, tapi AI agent yang belajar on-the-fly dari dokumentasi dan compiler feedback.

ZeroLang masih pre-1 dan secara eksplisit unstable. Tapi bagi developer yang ingin eksplorasi paradigma baru di era agentic programming, ini adalah kesempatan untuk mencoba bahasa yang bisa jadi fondasi masa depan software development.

Step 1: Install ZeroLang di Sistem Kamu

Installasi ZeroLang sangat mudah. Tim Vercel menyediakan install script one-liner yang bisa dijalankan di macOS dan Linux.

curl -fsSL https://zerolang.ai/install.sh | bash
export PATH="$HOME/.zero/bin:$PATH"
zero --version

Perlu dicatat, ZeroLang belum direkomendasikan untuk production systems, sensitive data, atau trusted infrastructure. Jadi selalu jalankan dalam isolated, disposable environment seperti Docker container atau VM.

Source: github.com/vercel-labs/zerolang

Step 2: Struktur Project dan File Pertama

ZeroLang menggunakan ekstensi .0 untuk source file nya. Buat folder project baru dan file hello world untuk memahami struktur dasar.

mkdir zerolang-playground
cd zerolang-playground
echo 'print("Hello from ZeroLang")' > hello.0

Filosofi ZeroLang adalah regularity over syntax: prefer one obvious way untuk mengekspresikan sesuatu, meskipun hasilnya lebih eksplisit dari yang manusia mungkin pilih di bahasa lain. Agent-first learnability menjadi prioritas utama.

Step 3: Check dan Validasi Program

Sebelum mengeksekusi, ZeroLang mendorong developer untuk selalu men-check program terlebih dahulu. Command zero check akan menganalisis file dan memberikan structured diagnostics yang bisa diinspeksi oleh agent maupun human.

zero check hello.0

Output dari check command berupa structured facts yang bisa diparse. Ini adalah salah satu design goal ZeroLang: tooling yang deterministik dengan output cukup terstruktur untuk agents inspect dan act upon.

Coba juga dengan contoh program lain yang tersedia di folder examples repository:

zero check examples/add.0

Source: github.com/vercel-labs/zerolang

Step 4: Jalankan Executable dan Build Binary

ZeroLang bisa mengeksekusi program secara langsung maupun membuild native executable untuk berbagai target platform.

# Run program langsung
zero run examples/add.0

# Build native executable
zero build --emit exe --target linux-musl-x64 examples/add.0 --out .zero/out/add

Expected output dari add.0 adalah:

math works

ZeroLang mengutamakan direct developer experience: checking, running, formatting, inspecting, dan repairing code harus fast, copyable, dan scriptable. Setiap command didesain untuk bisa di-compose dalam pipeline otomasi.

Step 5: Eksplorasi Graph Facts dan Size Report

Salah satu fitur unik ZeroLang adalah kemampuan tooling nya untuk mengekspose graph facts dan size reports dalam format JSON. Ini sangat berguna untuk agents yang ingin menganalisis dependency dan struktur codebase secara otomatis.

# Export graph facts sebagai JSON
zero graph --json examples/systems-package

# Size report untuk analisis footprint
zero size --json examples/point.0

Output JSON ini bisa diproses oleh external tools atau langsung dikonsumsi oleh AI agent untuk membuat keputusan refactoring atau optimization.

Step 6: Inspeksi Skills dan Health Check

ZeroLang memiliki konsep skills yang mendokumentasikan capabilities dari compiler dan standard library. Gunakan command berikut untuk melihat skills lengkap:

zero skills get zero --full

Untuk memastikan environment setup kamu sehat, jalankan doctor command:

zero doctor --json

Output JSON dari doctor memudahkan agent mendeteksi apakah ada masalah environment yang perlu diperbaiki sebelum melanjutkan development.

Kesimpulan

ZeroLang adalah eksperimen berani yang menantang asumsi kita tentang bahasa pemrograman. Dengan fokus pada agent-first learnability, standard library depth, dan deterministic tooling, ZeroLang mencoba menjawab pertanyaan: bagaimana seharusnya bahasa pemrograman terlihat jika primary user nya bukan manusia, melainkan AI agents?

Meskipun masih jauh dari production ready, eksplorasi ini penting untuk memahami arah evolusi software engineering di era agentic workflows. Cobalah, berikan feedback, dan ikuti perkembangannya melalui repository vercel-labs/zerolang.