
Dipublikasikan 10 Februari 2026
Di era AI kayak sekarang, cara kerja tim enterprise udah berubah banget. Dari yang tadinya cuma wacana, jadi beneran bisa dieksekusi bareng AI agents. Bahkan, 75% pekerja enterprise bilang kalau AI ngebantu mereka ngerjain hal-hal yang dulunya mustahil mereka lakukan sendiri. Hal ini berlaku buat semua departemen, nggak cuma tim teknis doang.
OpenAI hadir dengan Frontier, platform baru yang bikin proses build, deploy, dan manage AI agents di enterprise makin gampang. Jadi, AI agents di Frontier itu punya skill layaknya karyawan: ngerti konteks, onboarding rapi, bisa belajar dari feedback, terus jelas batasan sama aksesnya. Nggak cuma terjebak di satu aplikasi, AI agents Frontier bisa bekerja lintas sistem bisnis lo!
Apa sih tantangan utama enterprise pas nerapin AI di kerjaan? Jawabannya: bukan soal kecanggihan modelnya, tapi gimana AI agents-nya beneran bisa jalan bareng sistem, data, dan proses bisnis yang udah ada. Seringkali, agent berlomba-lomba deploy, tapi akhirnya jadi saling terisolasi atau malah nambah kerumitan.
Frontier dirancang biar AI coworker bisa kolaborasi lintas aplikasi dan cloud tanpa perlu migrasi besar-besaran. Data dari berbagai sumber (data warehouse, CRM, ticketing tools, aplikasi internal) digabung lewat semantic layer, jadi AI ngerti seluruh konteks dan alur kerjanya.
Keunggulan Frontier ada di kemudahan integrasi lewat open standards, tanpa bikin format baru ataupun buang agents/aplikasi lama. AI agents bisa diakses lewat interface apa ajaβmulai dari ChatGPT, workflow OpenAI Atlas, hingga di aplikasi bisnis yang sudah sering dipakai.
Frontier menyediakan fitur evaluasi performa realtime β jadi, baik manusia maupun AI bisa belajar dari pengalaman kerja nyata. Hasilnya, performa AI coworkers makin tajam seiring waktu dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis yang berubah.
Frontier itu bukan ekosistem tertutup, loh. Platform ini sudah kerja bareng AI-partner seperti Abridge, Clay, Ambience, Decagon, Harvey, dan Sierra. Jadi, tim software bisa langsung plug-and-play tanpa perlu worry urusan integrasi ribet.
Dapatkan feedback, users, dan eksposur dari komunitas kreator, developer, dan entrepreneur digital Indonesia.
Submit Produk β Pelajari Dulu