Platform keanggotaan kreator Patreon memperketat perlindungan terhadap konten yang dihosting di platformnya. Perusahaan kini bekerja sama dengan Cloudflare untuk secara aktif memblokir bot AI yang melakukan scraping konten kreator tanpa izin demi melatih model kecerdasan buatan.
Seperti dilaporkan TechCrunch, langkah ini diambil karena teknik scraping AI semakin canggih sejak Patreon pertama kali menerapkan tindakan pencegahan pada 2023. Meski paywall Patreon telah lama melindungi sebagian besar konten, fitur discovery baru seperti Home Feed yang didesain ulang dan Quips yang menyerupai tweet berpotensi memperlihatkan lebih banyak konten ke crawler.
Sebelumnya, Patreon mengandalkan file robots.txt untuk meminta crawler AI tidak mengakses konten. Namun, pengujian internal menunjukkan bahwa bot pelatihan AI mengabaikan permintaan tersebut sama sekali. Dalam satu minggu, bot-bot itu mencoba mengakses Patreon ribuan kali meski sudah dilarang.
"Persetujuan tidak boleh bergantung pada apakah scraper memilih untuk berperilaku baik," tulis Patreon dalam postingan blog resmi. Dengan teknologi AI Crawl Control dari Cloudflare, Patreon kini memblokir secara aktif setiap upaya scraping dari bot pelatihan AI.
Kolaborasi ini didukung oleh serangkaian pembaruan kebijakan Cloudflare. Awal Juli 2026, Cloudflare mengubah kebijakannya sehingga crawler "mixed-use" yang digunakan untuk indeks dan pelatihan diblokir secara default di halaman yang menayangkan iklan.
Cloudflare juga menawarkan marketplace yang memungkinkan penerbit website mengenakan biaya kepada bot AI untuk scraping, fitur yang disebut Pay Per Crawl. Patreon menggunakan teknologi AI Crawl Control untuk memperbarui kebijakan dan tool penegakan mereka terhadap bot AI.
Patreon menegaskan bahwa mereka tidak memblokir semua bot. Bot yang mengindeks halaman dan mengorganisir informasi agar bisa mengarahkan pengguna kembali ke Patreon tetap diizinkan. Fokus utama adalah pada bot yang menggunakan konten untuk melatih model AI tanpa persetujuan kreator.
Drew Rowny, kepala produk Patreon, menyatakan bahwa kreator berhak memiliki suara yang bermakna tentang bagaimana karya mereka digunakan oleh perusahaan AI. "Di sebagian besar internet, kreator harus menerima pelatihan AI atas karya mereka hanya untuk menjangkau dan mengembangkan audiens. Patreon memiliki visi berbeda: kreator harus bisa tumbuh dan mengontrol bagaimana karya mereka digunakan."
Patreon bergabung dengan semakin banyak penerbit online yang mulai melawan praktik scraping AI. Sebelumnya, banyak platform hanya mengandalkan robots.txt, standar yang sepenuhnya bergantung pada kepatuhan sukarela crawler. Namun, bukti menunjukkan bahwa banyak bot pelatihan AI mengabaikan standar ini demi mengumpulkan data sebanyak mungkin.
Langkah Patreon mencerminkan pergeseran paradigma dalam melindungi konten digital. Alih-alih meminta, platform kini memilih untuk memaksa. Bagi developer yang membangun tool AI atau platform kreator, ini menjadi preseden penting: pengambilan data untuk pelatihan model harus berdasarkan persetujuan eksplisit, bukan asumsi implisit.
Bagi developer dan founder di Indonesia yang membangun platform kreator atau tool AI, kasus Patreon memberikan beberapa pelajaran. Pertama, robots.txt tidak lagi cukup sebagai mekanisme perlindungan. Kedua, ada permintaan pasar yang jelas untuk platform yang menghormati hak kreator atas data mereka. Ketiga, integrasi dengan layanan seperti Cloudflare AI Crawl Control bisa menjadi fitur kompetitif yang menarik bagi kreator.
Seiring agent AI menjadi semakin kuat dan populer, pertarungan antara penerbit konten dan pengumpul data akan semakin intens. Patreon menunjukkan bahwa ada jalur di mana perlindungan kreator dan pertumbuhan audiens bisa berjalan berdampingan, asalkan platform bersedia berinvestasi dalam infrastruktur penegakan yang tegas.
Dapatkan feedback, users, dan eksposur dari komunitas kreator, developer, dan entrepreneur digital Indonesia.
Submit Produk → Pelajari Dulu