Microsoft Buka Kode Sumber Windows Subsystem for Linux
AW
Axel W

Dipublikasikan 5 Juni 2026

Microsoft Buka Kode Sumber Windows Subsystem for Linux

Microsoft akhirnya membuka kode sumber Windows Subsystem for Linux setelah bertahun-tahun menjadi permintaan komunitas. Ini menjawab issue pertama yang pernah dibuka di repository Microsoft WSL. Jawabannya sekarang adalah ya. Bagi developer Indonesia yang menggunakan Windows untuk development ini adalah berita besar yang membuka banyak peluang baru.

Apa yang Dibuka Sourcenya

Microsoft merilis kode WSL di GitHub mencakup command line executables seperti wsl.exe wslconfig.exe dan wslg.exe. WSL service yang menjalankan VM dan mendistribusikan resource juga sudah terbuka. Linux init dan daemon processes yang berjalan di dalam WSL 2 virtual machine kini bisa diakses publik begitu juga plan9 server untuk file sharing antara Windows dan Linux.

Menurut pengumuman resmi Microsoft langkah ini adalah hasil dari multi-year effort untuk memisahkan WSL dari codebase Windows utama. Sejak 2021 WSL sudah dikembangkan sebagai package terpisah yang didistribusikan via Microsoft Store. Memisahkan dari Windows codebase memungkinkan update lebih cepat dan kini open source menjadi langkah logis berikutnya.

Komponen yang Belum Open Source

Tidak semua bagian WSL dibuka. Lxcore.sys driver kernel yang menjalankan WSL 1 masih tetap proprietary. Begitu juga p9rdr.sys dan p9np.dll untuk filesystem redirection dari Windows ke Linux. Namun komponen utama WSL 2 yang berjalan di virtual machine kini sudah bisa diakses publik. Microsoft menyebutkan bahwa komponen-komponen ini masih bagian dari Windows image dan tidak bisa dibuka untuk saat ini.

Manfaat bagi Developer Indonesia

Bagi developer Indonesia yang menggunakan Windows untuk development open source WSL membuka beberapa peluang strategis. Pertama custom build untuk kebutuhan spesifik misalnya integrasi dengan toolchain lokal atau enterprise environment yang memerlukan konfigurasi khusus. Kedua debugging yang lebih dalam karena akses ke source code. Developer bisa trace bagaimana WSL menangani system call networking dan filesystem. Ketiga kontribusi upstream untuk fitur yang sering diminta seperti networking yang lebih baik systemd integration atau dukungan untuk distro Linux yang belum officially supported. Keempat transparansi lebih besar soal performa dan security. Perusahaan bisa melakukan audit sendiri terhadap kode yang berjalan di workstation mereka.

Sejarah WSL dari 2016 hingga Sekarang

WSL pertama diumumkan di BUILD 2016 dan hadir di Windows 10 Anniversary Update. Versi awal WSL 1 menggunakan pico process provider bernama lxcore.sys untuk menjalankan ELF binary secara native di Windows. Ini adalah terobosan besar karena memungkinkan menjalankan Linux command di Windows tanpa VM penuh atau dual boot.

Namun WSL 1 memiliki keterbatasan kompatibilitas karena tidak menjalankan kernel Linux asli. Banyak aplikasi yang bergantung pada kernel feature tertentu tidak bisa berjalan dengan baik. WSL 2 yang diumumkan 2019 beralih ke virtual machine berbasis Linux kernel yang sebenarnya. Ini meningkatkan kompatibilitas secara drastis memungkinkan Docker Kubernetes dan aplikasi GUI Linux berjalan di Windows.

Sejak itu WSL terus berevolusi. Dukungan GPU untuk machine learning graphical applications via WSLg dan systemd support adalah fitur-fitur yang ditambahkan beberapa tahun terakhir. Komunitas open source di sekitar WSL juga tumbuh dengan banyak tutorial dan tooling yang dikembangkan oleh komunitas global.

Implikasi untuk Development Workflow

Developer Indonesia yang bekerja di perusahaan dengan IT policy yang ketat sering kali terbatas pada Windows. WSL menjadi jembatan yang memungkinkan mereka menggunakan Linux toolchain tanpa melanggar kebijakan. Open source WSL memperkuat posisi ini karena perusahaan kini bisa melakukan security audit sendiri dan bahkan membangun custom version jika diperlukan.

Untuk startup yang membangun produk cross-platform WSL memudahkan testing aplikasi Linux dari Windows. Developer tidak perlu memiliki mesin terpisah atau VM yang berat. WSL 2 dengan kernel Linux yang asli memberikan environment yang hampir identik dengan production server.

Bagaimana Berkontribusi

Repository WSL tersedia di GitHub. Microsoft juga meluncurkan situs dokumentasi yang mendokumentasikan arsitektur dan komponen WSL secara detail. Developer bisa memulai dengan membaca dokumentasi membangun dari source dan mengajukan pull request untuk bug fix atau fitur baru.

Tim WSL Microsoft menyebutkan bahwa mereka berharap komunitas bisa membantu dengan issue yang sudah lama terbuka fitur yang sering diminta dan testing di berbagai hardware. Ini adalah kesempatan bagi developer Indonesia untuk berkontribusi pada proyek infrastruktur yang digunakan oleh jutaan developer global.

Perbandingan dengan Solusi Lain

WSL bukan satu-satunya cara menjalankan Linux di Windows. Virtual machine seperti VMware dan VirtualBox sudah lama tersedia. Namun WSL unik karena integrasi yang mulus dengan Windows. File sharing antara Windows dan Linux hampir seamless. Networking terintegrasi tanpa konfigurasi rumit. Dan resource usage jauh lebih efisien dibanding VM penuh.

Docker Desktop juga menawarkan cara menjalankan container Linux di Windows. Namun Docker Desktop sendiri menggunakan WSL 2 di belakang layar pada Windows 10 dan 11. Open source WSL berarti Docker Desktop dan tool serupa bisa melakukan integrasi lebih dalam dengan platform Windows.

Proyek yang Sudah Open Source Sebelumnya

Sebelum pengumuman ini Microsoft sudah membuka source beberapa komponen WSL. WSLg yang mendukung aplikasi grafis Linux berjalan di Windows sudah open source. Kernel Linux yang digunakan WSL 2 juga sudah tersedia publik. Namun kode utama yang mengatur lifecycle VM dan interaksi dengan Windows tetap closed sampai sekarang.

Dengan kode utama kini terbuka, komunitas bisa melihat bagaimana Microsoft mengimplementasikan fitur-fitur kunci. Ini bisa menginspirasi proyek serupa di platform lain atau memberikan insight bagi developer yang ingin memahami lebih dalam cara kerja compatibility layer.

Gambar: Microsoft Windows Blog

Menurut sumber berita dari blog Windows Developer.